
Pemanas air tenaga surya semakin populer di Indonesia karena hemat energi dan ramah lingkungan.
Namun banyak yang masih bertanya, apakah pemanas air tenaga surya tetap berfungsi saat cuaca hujan atau mendung?
Hal tersebut akan kita bahas lengkap dan mudah dipahami.
Berdasarkan cara kerja nya, panas di serap melalui panel collector dimana terjadi sistem thermosihon, kemudian panas merambat terus menerus sehingga suhu air di dalam tangki menjadi panas.
dalam hal ini, pemanas air tenaga surya terdiri dari :
-Tangki penampungan air panas
-Panel Collector
-pipa penghubung ( hot pipe & Down pipe)
Apa tetap berfungsi saat hujan?
Jawabannya Ya
Karena :
-Air panas dalam tangki bisa bertahan hingga 1-2 hari karena sistem insulasi panas yang baik. Jadi saat cuaca mendung atau hujan anda masih bisa menggunakan sisa air panas dari hari sebelumnya
-Panel collector masih menyerap panas namun kurang maksimal, misal dalam 1 hari cuaca hujan atau mendung dan panel collector hanya terkena sinar matahri 2-3 jam.
-Sistem pemanas air tenaga surya sudah dilengkapi backup Heater, otomatis aktif saat suhu turun maupun bisa di Off saat cuaca sedang panas.
Dan berikut Tips agar Pemanas air tenaga surya tetap optimal saat cuaca Hujan atau mendung :
-Pilih kapasitas tangki yang sesuai, tangki lebih besar = cadangan air panas lebih banyak
-Gunakan sistem dengan backup Heater
-Pastikan instalasi nya dengan tepat, posisi menghadap matahari maksimal dan terhindar dari bayangan (shading)
-Lakukan perawatan rutin, dengan kondisi panel collector yang bersih maka penyerapan panas matahari akan maskimal
